Latest Post

Plagiat dalam Berinternet

plagiat/pla·gi·at/ n
Menurut KBBI plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan.

plagiator/pla·gi·a·tor/ n
Menurut KBBI plagiator adalah orang yang mengambil karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan disiarkan sebagai karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri; penjiplak

Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme.
  • Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
  • Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
  • Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
  • Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
  • Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
  • Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
  • Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme:
  • menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
  • mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya

          Suatu karya yang telah dibuat dengan proses yang tidak sebentar untuk bisa menyelesaikan karya tersebut. Menuangkan segala pikiran dan perasaan. Kemudian karya tersebut di plagiat. Rasanya pasti kecewa, sedih,dan mungkin marah. Dengan kemajuan teknologi dan internet, semakin maraknya plagiat. Karena karya yang dibuat dengan tidak mudah, dengan seenaknya orang lain bisa saja hanya copy paste tanpa memberi sumber, yang membuat pencipta kayra original pasti sangat sedih dan marah.

Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
 

Cyber-Cheating dan Cyber-Flirting

           Virtual Identity merupakan identitas maya, identitas yang sengaja dibuat untuk pemenuhan berbagai hal dalam dunia Cyber. perubahan  tersebut membawa pada perbincangan bahwa realitas saja tidaklah cukup, perlu adanya sesuatu kemudahan, kecepatan, dan akses untuk berbagai kebutuhan. Kerena dunia cyber memberikan kemudahan dan segala hal yang lain menjadi cepat, maka batas-batas dalam lingkup yang selama ini kita kenal seperti kultural, ideologi, kelas sosial, gender, usia, nasionalitas, agama, dan etnis sanggup terhapus  menurutu (Budiman 2002 ) bahwa ketika dunia tidak lagi mengenal tapal batas, ia menjadi semakin besar tapi sekaligus juga memudar.
          Banyak sekali identitas palsu yang bertebaran di dunia maya yang siap menipu calon korbannya. Kecanggihan teknologi memang tidak diragukan ragi dalam hal keamanandan, tetapi masih banyak celah  dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Cyber-Cheating

          Cyber-Cheating, kecurangan yang terjadi didunia maya. Dunia maya sering sekali terjadi kecurangan dalam hubungan pertemanan, hubungan perkejaan, hubungan asmara ataupun hubungan perdagangan. Dimana akan terjadi salah satu pihak yang merasa dirugikan dalam hubungan tersebut.

Contoh kasus Cyber-Cheating
 

 
 

 

Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/2478076/kasus-penipuan-online-terjadi-lagi-kerugian-hingga-miliaran



Cyber-Flirting 
 
          Cyber Flirting, atau merayu yang dilakukan dalam dunia maya. cyber flirting adalah suatu hal yang umum yang terjadi di jejaring sosial bahkan game. Namun dalam terjadinya banyak terjadi ketidak amanan yang membuatnya dikategorikan sebagai perilaku negatif, 

          Para peneliti dari University of Kansas, Amerika Serikat telah mengidentifikasi lima gaya flirting. Dr Jeffrey Hall,PhD, asisten profesor dari studi komunikasi, mengatakan, hasil penelitan juga dapat mencocokkan kelima gaya flirting tersebut dengan jenis-jenis hubungan yang akan dimiliki oleh penggoda.
 
          Seperti dikutip Yourtango, temukan maksud dan tujuan si dia mencoba mendekati Anda lewat gaya flirting-nya.

1. Gaya Playful flirting
Flirting bukanlah cara untuk mencapai tujuan utama untuk para penggoda tipe ini. Mereka menggoda hanya untuk mempertahankan harga dirinya. Penggoda tipe ini biasanya tidak tertarik berkencan dalam jangka panjang dan cenderung memiliki hubungan yang kurang bermakna.

2. Gaya physical flirting
Seseorang yang menyukai gaya flirting ini biasanya tidak ragu untuk menyatakan ketertarikannya pada seseorang yang ia sukai. Tipe ini sering kali menjalani hubungan yang begitu cepat dan memiliki hubungan emosional dan fisik yang kuat.

3. Gaya traditional flirting
Tipe penggoda ini masih memegang teguh nilai-nilai lama. Mereka berpikir bahwa seharusnya pria yang mengejar wanita. Tipe ini percaya bahwa pria harus mengenal benar siapa wanita yang menjadi incarannya, sebelum mencoba untuk mengajaknya berkencan.

4. Gaya Polite flirting
Seorang yang menyukai gaya flirting seperti ini selalu mengikuti peraturan dan menggoda secara nonseksual. Terkadang mereka sangat lambat untuk memulainya, tetapi jika ia sudah dapat menjalin hubungan dengan seseorang, maka hubungan tersebut akan cukup berarti.

5. Gaya sincere flirting
Tipe penggoda ini selalu ingin tahu dengan yang Anda kerjakan. Umumnya, mereka memiliki minat yang tulus untuk menjalin ikatan emosional dengan Anda. Tipe seperti ini banyak dimiliki oleh wanita dibandingkan pria. Hubungan yang terjalin melalui godaan yang tulus ini cenderung bermakna dan penuh ikatan emosional.

Contoh kasus Cyber-Flirting

 

 
 Sumber: http://www.beritasatu.com/gaya-hidup/123313-garagara-media-sosial-jumlah-istri-yang-berselingkuh-naik-40-dalam-dua-dekade.html
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ditha Permata Puspita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger